banner 728x250

Unjuk Rasa Terkait PT.WIN : Dianggap Menjadi Ancaman Bagi Masa Depan Masyarakat Torobulu

banner 120x600
banner 468x60

Sultra – Suaramoramo.com  – Rabu 1/11/2023.,PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang beroperasi pada pertambangan Nikel di Desa Torobulu Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) akhir-akhir ini terus menuai sorotan dari berbagai elemen,baik masyarakat maupun mahasiswa.

banner 325x300

Adanya sorotan tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya, PT. WIN diduga lakukan pengrusakan lingkungan hidup sehingga mengakibatkan konflik sosial pada masyarakat sekitar area pertambangan.

Berdasarkan hasil investasi lapangan, Irwansyah Kabid. Komunikasi Advokasi dan Jaringan HMI Cabang Kendari, mengatakan “Kalangan masyarakat berpendapat bahwa hadirnya perusahaan pertambangan di Desa tersebut dapat menjadi ancaman bagi anak cucuk  dimasa depan” ungkapnya

“Hal itu disebabkan pihak PT. WIN telah melakukan dugaan pengurusakan sumber mata air bersih dan merusak lingkungan di sekitar pemukiman warga. Bahkan, sampai merembet pada dugaan pengrusakan hutan mangrove diluar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP)”

“Problematika yang terjadi di Desa Torobulu, ulah pihak investor dalam hal ini PT. WIN tidak sama sekali menaati tahapan-tahapan yang telah di tetapkan pada surat keputusan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor : 1825  K/30/MEM/2018. Tentang  pedoman pemasangan tanda batas wilayah izin usaha pertambangan atau wilayah izin usaha pertambangan khusus operasi produksi” jelasnya
Selasa (31/10)

Lanjut ia menerangkan, terdapat beberapa poin pelanggaran yang dilakukan oleh PT. WIN dalam proses pengelolaan pertambangan Nikel, yakni

a). Pemegang IUP tidak melakukan sosialisasi rencana kerja kegiatan tanda batas kepada masyarakat dan pemegang hak atas tanah dalam IUP operasi produksi.

b). Operasi Produksi, tidak dilakukannya pemasangan Tanda Batas dilakukan setiap 100 meter padagaris batas yang memiliki jarak ke lokasi tersebut sebesar-besarnya sejauh 3 (tiga) kali tinggi timbunan atau kedalaman.

Begitu pula dugaan tindak kekerasakan atau bentuk kriminalisasi yang dilakukan beberapa oknum dari pihak PT. Wijaya Inti Nusantara, kepada masyarakat torobulu yang mencoba menggugat haknya sebagai masyarakat pribumi. Seperti dituangkan dalam UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

a). Setiap orang berhak atas lingkungan hidup
yang baik dan sehat sebagai bagian dari hak
asasi manusia.
b). Setiap orang berhak mengajukan usul
dan/atau keberatan terhadap rencana
usaha dan/atau kegiatan yang
diperkirakan dapat menimbulkan dampak
terhadap lingkungan hidup.
c). Setiap orang berhak untuk berperan dalam
perlindungan dan pengelolaan lingkungan
hidup sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.

Pihaknya menduga, PT WIN tidak memiliki dokumen lengkap dalam mengolah pertambangan atau dapat di katakan perusahaan tersebut Ilegal.

“Kami dari Aliansi Mahasiswa Menggugat Sultra yang tergabung dari beberapa Organda berharap, dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) yang akan dilaksanakan di kantor DPRD Sultra mengharapkan dapat dihadiri instansi-instansi terkait yaitu. Inspektorat pertambangan sultra, Pos gakum Sultra, Dinas Lingkungan Hidup Sultra, dan PJ. Gubernur Sulawesi Tenggara, agar bisa melahirkan solusi dan segera mencabut IUP PT WIN” harapnya.

Irwansyah,Koordinator lapangan dalam aksi demontrasi Senin, 30 Oktober 2023. Menyebutkan, saat ini pihaknya telah usai melakukan aksi demontrasi di Kantor DPRD Sultra dan telah menyepakati bahwa akan melakukan RDP pada hari Selasa,7 November mendatang.

@Redaksi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *